Senin, 15 Oktober 2012

KONSEP DASAR PENELITIAN


KONSEP DASAR PENELITIAN


PENGERTIAN PENELITIAN
PENELITIAN dari bahasa inggris : RESEARCH


RE          +      SEARCH

Kembali          Mencari


Mencari kembali

Yang di cari : pengetahuan yang benar.
Tata cara untuk mencari kebenaran menggunakan :  metode ilmiah


Penelitian : Suatu proses sistematis dan obyektif untuk memperoleh kebeneran atau ilmu pengetahuan yang benar.
 
 




Jika proses sistematisdan obyektif tersebut untuk mengkaji masalah-masalah pendidikan. Di sebut : PENELITIAN PENDIDIKAN.


PENTINGNYA PENELITIAN
Penelitian dan ilmu pengetahuan mempunyai fungsi yang sama, yaitu ; Mencari dan menghasilkan kebenaran.
Melelui penelitian dapat menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran ilmu pengetahuan.


 








  
TUGAS PENELITIAN DAN ILMU
Penelitian dan ilmu mempunyai tugas yang sama, yi :
  1. Menyandra ( mengadakan deskripsi ) :
Menggambarkan secara jelas hal-hal yang di persoalkan.
  1. Menerangkan ( explanasi ) :
Menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa-peristiwa.
  1. Prediksi ( meramal ) :
Membuat ramalan (prediksi), estimasi, dan proyeksi mengenai peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi.
  1. Menyusun teori :
Mencari dan merumuskan hukum-hukum mengenai hubungan antara kondisi yang satu dengan yang lain.
  1. Tugas pengendalian :
Melakukan tindakan-tindakan guna mengendalikan peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian : untuk memperoleh pengetahuan yang benar.
Secara inci, tujuan penelitian :
a.       Menemukan ( eksplorasi ) :
Berusaha mendapatkan sesuatu untuk mengisi kekurangan atau kekosongan.
b.      Mengembangkan :
Memperluas dan menggali lebih dalam ilmu pengetahuan yang sudah ada.
c.       Menguji kebenaran ( veritikasi ) :
Membuktikan sesuatu yang kebenarannya masih di ragukan.

PERSYARATAN PENELITIAN
Dalam mempelajari sesuatu yang belum di ketahui, orang menggunakan :
-          Pengetahuannya
-          Alat-alat yang di perelukan
-          Tata kerja yang berencana ( sistematis dan obyektif )

Cara-cara tsb merupakan ciri-ciri atau persyaratan berpikir ilmiah.
Suharsimi Arikunto, mengemukakan dalam 3 langkah yang harus di penuhi dalam penelitian :
1.      Sistematis :  di laksanakan menurut pola tertentu ; dari yang sederhana, kompleks, hingga tercapai tujuan secara efektif dan efesien .
2.      Berencana :  Di laksanakan dengan kesengajaan dan sebelumnya telah di pikirkan langkah-langkah peleksanaanya.
3.      Mengikuti konsep ilmiah : melelui dari awal, akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah di tentukan.

PROSEDUR PENELITIAN
Prosedur :     langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang harus di lakukan secara berurutan (sistenatis) dan merupakan suatu kesatuan.

 Ada beberapa model dari beberapa ahli :
1.      Menurut John Dewey :
Ada lima langkah :
1.      adanya kesulitan ( the tehneef )
2.      adanya masalah yang di pecahkan ( the problem )
3.      mengajukan hipoteses ( the hypothesis )
4.      pengumpulan data/ informasi ( collection of data as evidence )
5.      mengambil kesimpulan ( concluding beliet )

2.      Menurut Sutrisno Hadi :
     Ada enam langkah esensial :
  1. menetapkan obyek atau pokok masalah
  2. membatasi obyek atau pokok persoalan
  3. mengumpulkan data atau informasi
  4. mengolah data dan menarik kesimpulan
  5. merumuskan dan melaporkan hasilnya
  6. mengemukakan implikasi-implikasi hasil penelitian

3.      Menurut Donald Ary ( dalam Arief Furchon, 1988 : 47 ) :
     Ada lima langkah :
  1. Memilih masalah
  2. Tahap analisis : mengkaji secara mendalam hasil-hasil penelitian sebelumnya
  3. Memilih strategi dan mengembangkan instrument
  4. Mengumpulkan dan menafsirkan data
  5. Melaporkan hasil penelitian
4.      Menurut Suharsimi Arikunto :
Langkah-langkah tersebut sebagai berikut :
  1. Memilih masalah
  2. Studi pendahuluan
  3. Merumuskan masalah
  4. Merumuskan anggapan dasar
  5. Merumuskan hipotesis
  6. a. Menentukan variablel
b. Menentukan sumber data
      7.    Menentukan dan menyusun instrument
      8.    Mengumpulkan data
      9.    Analisis data
     10.   Menarik kesimpulan
     11.   Menyusun laporan

TUJUAN PENELITIAN
1.      MENEMUKAN (eksplorasi) : berusaha untuk mendapatkan sesuatu guna mengisi kekurangan ( kekosongan ) .
2.      MENGEMBANGKAN : memperluas dan menggali lebih dalam ilmu pengetahuan yang sudah ada .
3.      MENGUJI KEBENARAN ( veritikasi ) : membuktikan atas sesuatu yang kebenarannya di lakukan .
4.      MEMPREKDISI ( meramal ) : membuat ramalan, estimasi dan proyeksi mengenai peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi ( muncul ) .


JENIS PENELITIAN

1.      Menurut : DR. SUHARSIMI A






*        Penel eksploratif
*        Penel developmental
*        Penel veritikatif
 

Right Arrow: a. Di tinjau dari tujuan

 





*        Pendekatan longitudional (pendekatan bujur)
*        Pendekatan cross- sectional (Pendekatan silang)
 
Right Arrow: c. Di tinjau dari pendekatan                                            
                                                  
                                                  






Right Arrow: e. Di tinjau dari bidang ilmu


*        Penel mpendidikan
*        Penel ekonomi 
*        Penel hukum
*        Penel social   
*        dsb.
 



Right Arrow: g. Di tinjau dari tempatnya


*        Panel perpustakaan
*        Panel Kancah (lapanngan)
 



Right Arrow: i. Di tinjau dari fariabel


*        Penel deskriptif ( variabel yang sudah ada )
*        Penel eksperimen ( variabel yang akan datang )
 

 













2.      Materi program A 5 (buku 1 B)





Right Arrow: Berdasar atas sifat-sifat masalahnya


*        Penel histories
*        Penel deskriptif
*        Penel perkembangan
*        Penel kasus dan penel lapangan
*        Penel korelasional
*        Penel kausal komparatif
*        Penel eksperimen sungguhan
*        Penel eksperimen semu
*        Penel tindakan
















 

 

























MEMILIH MASALAH


A.   Dari mana masalah diperoleh

-          masalah itu diperoleh dalam kehidupan sehari hari
-          masalah itu muncul kerena diberi oleh orang lain
-          masalah itu diperoleh dai membaca buku.

B.  MASALAH/JUDUL PENELITIAN

HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMILIH

MASALAH ATAU JUDUL PENELITIAN

 

1.       Penelitian harus sesuai dengan minat peneliti

  1. Penelitian dapat dilaksanakan

a.     Peneliti mempunyai kemampuan
b.    Peneliti mempunyai waktu
c.      Peneliti mempunyai tenaga
d.    Peneliti memiliki biaya

  1. Tersedianya factor pendukung

a.     Tersedianya data
b.    Mendapat ijin dari pihak penmeyelenggar


  1. Hasil penelitian bermanfaat


HASIL PENELITIAN JUGA  HARUS    A P I K

A.  Asli
P. Penting
I.  Ilmiah
K, Konsisten










D.   JENIS –JENIS PERMASALAHAN

       Permasalahan dalam penelitian sering pula disebut dengan istilah problema atau problematic.
       Secara garis besar, peneliti memepermasalahkan fenomena atau gejala atas tiga jenis;
  1. Problem untuk mengetahui status atau mendiskripsikan fenomena. Termasuk didalamnya survey penelitian histories dan filosofis.

  1. Problem untuk membandingkan dua fenomena atau lebih (problem komparasi ), selanjutnya mencari arti atau manfaat dari adanya permasamaan atau perbedaan yang ada.

  1. Problem untuk mencari hubungan antara dua fenomena ( Problem korelatif )
Ada 2 macam problem korelasi, yaitu :
    1. Korelasi sejajar, misalnya korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dan kempuan baca al qur’an
    2. Korelasi sebab akibat, misalnya korelasi antara Kewibawaan guru dan kedisiplinan siswa.



C.   MERUMUSKAN JUDUL

       Judul penelitian yang lengkap diharapkan mencakup :
  1. Sifat dan jenis penelitian
  2. Obyek yang diteliti
  3. Subyek Penelitian
  4. Lokasi / daerah penelitian        
  5. Tahun / waktu terjadinya peristiwa.







DUA PENDEKATAM DALAM MENCARI KEBENARAN

Ilmu pengetahuan berawal dari kekaguman manusia akan alam yg dihadapinya maupun baik alam besar mapun alam kecil, manusia sebagai animal rasional dibekali hasrat  ingin tahu. sifat ingin tahu manusia telah disaksikan sejak manusia masik kanak kanak.
pertanyaan seperti ; ini apa, itu apa. Kemudian timbul pertanyaan; mengapa begini, mengapa begitu. dan se bagainya.  dan selanjutnya berkembang menjadi pertanyaan semacam;  Bagaimana hal itu terjadi; manusia mencari jawab atas pertaan itu, dari dorongan ingin tahu manusia berusaha ,
mendapatkan pengetahuan mengenai hal yg dipertanyakannya. esensinyamanusia mengejar pengetahuan yg benar atau secara singkat disebut kebenaran.


       Ada dua pendekatan untuk memperoleh kebenaran yaitu ;
      1. Pendekatan non ilmiah
    1. Akal sehat
    2. prasangka
    3. Pendekatan intuitif
    4. Penemuan kebetulan dan coba coba
    5. Pendapat  otoritas ilmiah dan pikiran kritis.


      1. Pendekatan ilmiah.
 Pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmiah dan dibangun diatiori  tertentu. tiori
berkembang melalui penelitian ilmiah.




















KONSEP DASAR PENELITIAN


1.      Pengertian Penelitian
Penelitian berasal dari bahasa Inggris “research”, yang berarti “mencari kembali”. Dalam bidang ilmu pengetahuan, yang dicari kembali adalah “pengetahuan yang benar”. Tata cara yang digunakan untuk mencari kebenaran dengan menggunakan metode ilmiah. Dengan demikian dapat disebut juga, penelitian adalah suatu proses sistematika dan obyektif (bersifat universal) untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang benar (dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan).
Jika proses sistematis dan obyektif tersebut untuk mengkaji / menyelidiki masalah-masalah pendidikan, disebut penelitian pendidikan. Travers menyatakan “penelitian pendidikan adalah suatu kegiatan yang diarahkan kepada pengembangan pengetahuan ilmiah tentang kejadian-kejadian yang menarik perhatian pendidik (Denald Ary, dalam Arief, 1988, 44).
Tujuan penelitian pendidikan adalah untuk memperoleh ilmu pengetahuan pendidikan yang benar. Secara rinci tujuan tersebut adalah untuk menemukan prinsip-prinsip umum atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan, dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan.

2.      Pentingnya Penelitian
Penelitian dan ilmu pengetahuan adalah untuk memperoleh kaitan erat. Antara penelitian dan ilmu pengetahuan, keduanya merupakan suatu proses yang sama-sama mencari kebenaran dan menghasilkan kebenaran. Hubungan antara keduanya dapat digambarkan melaui diagram berikut :













PENELITIAN
 


ILMU
 





 





Suatu penelitian khususnya dalam ilmu pengetahuan empirik, bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. dengan kata lain, penelitian sangat penting artinya bagi dunia ilmu pengetahuan. Dapat dibayangkan apa jadinya bila ilmu pengetahuan disaat-saat mendatang tanpa hadirnya kegiatan penelitian. Ilmu pengetahuan akan berhenti, tidak berkembang dan kebenaran-kebenarannyapun diragukan.
Masuknya pendekatan ilmiah (penelitian) dibidang pendidikan dan  ilmu-ilmu sosial jauh ketinggalan dibanding dengan bidang ilmu pengetahuan alam (Arif F., 1988, 45). Ketertinggalan ini hanya dapat dikejar dengan usaha-usaha maksimal melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan harus berdasarkan kebenaran hasil penelitian. Ilmu pendidikan masih jauh ketinggalan dengan ilmu-ilmu lain. Masih banyak hal yang belum dimengerti, belum berkembang dan belum diuji kebenarannya. Apabila kita memperhatikan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini, dapatkah dijawab dengan pasti (benar dan dapat dipertanggungjawabkan):
a.       Apakah PBM IPA yang menggunakan LKS hasil belajar siswanya lebih baik daripada siswa yang PBM IPA-nya tanpa LKS?
b.      Apakah PBM PMP dengan menggunakan metode silumasi hasil belajar afeksinya lebih baik daripada siswa yang PBM-nya menggunakan ceramah?
Masalah-masalah diatas tentunya memerlukan pemecahan dengan melalui penelitan ilmiah.

3.      Tujuan Penelitian
Telah dikemukakan, bahwa suatu penelitian, khususnya dalam ilmui-ilmu pengetahuan emperik, termasuk ilmu pendidikan pada umumnya bertujuan untuk  menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
Menemukan (eksploirasi): berarti berusaha mendapatkan sesuatu untuk mengisi kekurangan atau kebohongan, Contoh : dengan hasil-hasil penelitian muncul cabang-cabang ilmu pengetahuan baru, seperti dari induk ilmu pengetahuan sosial lahir-lahir ilmu sosiaologi, antropologi, psikologi, pendidikan dll.
Mengembangkan kebenaran (development) : berarti memperluas dan menggali lebih dalam ilmu pngetahuan yang sudah ada. Contoh : dari ilmu pendidikan lahir endragogi, psikologi pendidikan, pendidikan luar biasa, dll.
Menguji kebenaran (verifikasi) : berarti membuktikan atas sesuatu yang kebenarannya masih diragukan. contoh : Apakah benar belajar bahasa Asing (Inggris, misalnya) lebih baik dimulai sejak anak masih ditingkat pendidikan dasar. Apakah tidak lebih baik dimulai sejak Taman Kanak-Kanak? Apakah benar guru wanita lebih komunikatif daripada guru pria?
Pertanyaan mendasar yang ditujukan kepada kita adalah : masih perlukah menemukan (mengisi kekurangan dan kekosongan), mengembangkan bidang ilmu yang menjadi harapan kita masing-masing, mnguji kebenaran berbagai teori yang telah ada? Bila jawabannya “ya”, maka penelitian pendidikan mutlak diperlukan.




4.      Persyaratan dan Prosedur Penelitian
a.       Persayaratan Penelitian
Dalam hal menjelajahi sesuatu yang belum diketahui, orang menggunakan pengetahuannya, alat-alat yang dapat dipercaya, dan tata kerjanya yang berencana (sistematis dan obyektif). Cara-cara yang demikian merupakan suatu ciri atau persayaratan berfikir ilmiah.
Suharsimi Arikunto mengemukakan, bahwa dalam mengadakan kegiatan penelitian, ada tiga persayaratan yang harus dipenuhi, yaitu:
1)      Sistematis : artinya dilaksanakan menuntut pola tertentu, dari yang paling sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
2)      Berencana : artinya dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
3)       Mengikuti konsep ilmiah artinya mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti, yaitu prinsip-prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.
b.      Prosedur penelitian
Prosedur penelitian adalah langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam suatu kegiatan penelitian. Langkah-langkah ini dalam pelaksanaannya dilakukan secara berurutan (sistematis) dan merupakan suatu kesatuan. langkah berikutnya disusun berdasarkan langkah yang mendahului, sehingga apabila ada satu langkah yang kurang tepat dalam penggarapannya akan mengganggu keberhasilan kegiatan penelitian secara keseluruhan.
John Deway (Dalam Sutrisno Hadi, 1987. 7) memberikan garis besar dari apa yang disebut berfikir ilmiah dalam ilmu tahap, yaitu : (1) adanya kebutuhan, (2) adanya masalah yang dipecahkan, (3) mengajukan hipotesis sebagai kemungkinan pemecahannya, (4) pengumpulan data atau informasi, dan (5) mengambil suatu kesimpulan.
Menurut Sutrisno Hadi, langkah-langkah dalam suatu penelitian konform sepenuhnya dengan langkah-langkah berfikir ilmiah, lebih lanjut Sutrisno Hadi (1987, 8) menyebutkan enam tahapan atas langkah-langkah esensial dalam duatu penelitian yaitu : (1) menetapkan obyek atau pokok persoalan, (2) membatasi obyek atau pokok persoalan, (4) mengolah data dan menarik kesimpulan, (5) merumuskan dan melaporkan hasilnya, (6) mengemukakan implikasi-implikasi hasil penelitian.



Donald Ary (dalam Arif F., 1988.47) mengemukakan ada lima tahap dalam kegiatan penelitian.
1)      Memilih masalah
Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan yang menyangkut persoalan penting, yakni suatu masalah yang memerlukan jawaban secara ilmiah. Masalah-masalah yang berhubungan dengan keyakinan dan kepercayaan, tidak dapat dijawab melalui penelitian (menggunakan metode ilmiah).
2)      Tahap Analisis
Pada tahap ini peneliti mengkaji secara mendalam tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya, yang mungkin pernah dilakukan. Berdasarkan kajian tersebut, dirumuskan batasan-batasan istilah yang akan digunakan (latar belakang masalah, hipotesis, tujuan penelitian, anggaran dasar, dll)
3)      Memilih strategi dan menembangkan instrumen.
a)      Masalah penelitian akan menentukan metode yang akan dikaji. Ada masalah yang memerlukan strategi eksperimen. misalnya masalah yang berhubungan dengan pengaruh variabel A terhadap variabel B. Apakah metode A berpengaruh lebih baik terhadap hasil belajar siswa dibanding dengan metode B.
Ada pula masalah yang memerlukan pemberian, penggambaran apa adanya (eskriptif). misalnya peneliti menginginkan bagaimana pelaksanaan latihan praktek mengajar. Strategi demikian menggunakan strategi deskriptif.
b)      Strategi yang dipilih akan mempengaruhi rancangan penelitian dan prosedur pengukuran variabel, termasuk instrumennya. Pengukuran variabel ini harus valid dan realiabel.
4)      Mengumpulkan dan menafsirkan data.
a)      Tahapan mengumpulkan data berarti penelitian berusaha mengumpulkan informasi/data sebanyak-banyaknya. Kegiatan ini mulai dari penyebaran instrumen dan menarik kembali, menyimpan catatan-catatan penting, agar data / informasi yang diperlukan tersedia.
b)      Tahapan beriukutnya adalah mengklarifikasi dan mentabulasi data, mengenalisis/mengolah data, kemudian melakukan penafsiran-penafsiran yang berhubungan dengan masalah atas hipotesis penelitian.
5)      Melaporkan hasil penelitian
Ada beberapa format untuk melaporkan hasil penelitian.
Format tersebut tergantung pada tujuan dan pada tingkat mana serta kepada siapa/instansi, disampaikan. yang penting dari kesemuanya itu, laporan penelitian harus ringkas dan jelas, mudah dimengerti (Komunikatif) secara benar sebagaimana adanya.
Sedangkan Suharsimi Arikunto (1986, 15) mengemukakan 11 (sebelas) langkah dalam melaksanakan kegiatan penelitian, yang dapat dilihat pada bagan berikut :

















BAGAN ARUS KEGIATAN PENDIDIKAN








 





































Langkah 6 a
Menentukan Variabel
 

Langkah 6 a
Menentukan Sumber Data
 



Langkah 7
Menentukan menyusun indtrumen
 



Langkah 8
Mengumpulkan Data
 



Langkah 9
Analisis Data
 



 




*) Pada beberapa tahun terakhir ada kecenderungan menggunakan istilah “analisis” sebagai pengganti “anali
6)      Matrik Penelitian
Untuk memudahkan pemahaman orang lain maupun peneliti sendiri terhadap rencana penelitiannya, perlu disusun suatu Matrik Penelitian yang berisi komponen-komponen penting yang saling berhubungan. Komponen-komponen tersebut adalah : masalah penelitian, variabel dan konsep serta indikator variabel, hipotesis, sumber data, populasi dan sampel, metode pengumpulan data dan instrumen, metode analisis data serta buku sumber, Dibawah ini adalah satu contoh bentuk Matrik Penelitian.


No
Mas-
alah
Kon-
Sep
Vari
abel
Indikator variabel
Hipo
tesis
Sumber data
Metode Penelitian
Daftar Pustaka
Deskripsi populasi / teknik sampling
Pengu-
mpulan data
Analisis data
























Peneliti







Masalah Penelitian

A.    Dari mana maslah diperoleh
1.      Masalah diperoleh dari kehidupan sehari-hari, karena menjumpai hal-hal yang aneh atau didorong oleh keinginan meningkatkan hasil kerja apa saja.
2.      Masalah diperoleh dari hasil membaca  buku ( leteratur )
3.      Masalah diperoleh dari pemberian orang lain.

B.     Masalah dan Judul penelitian
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih masalah atau judul penelitian, antara lain :
1. Penelitian harus sesuai dengan minat peneliti
2. peneltian dapat dilaksanakan;
   a. Peneliti mempunyai kemampuan
   b. Peneliti mempunyai waktu yang cukup
   c. Peneliti mempunyai tenaga yang cukup
   d. Peneliti mempunyai dana yang memadai.
3. Tersedianya faktor pendukung al :
   a. Tersedia data
   b. Ada izin dari yang berwenang
4. Hasilpenelitian bermanfaat

Penelitian yang baik  dengan menggunakan istilah yang mudah adalah  A P I K maksudnya adalah Asli, Penting, Ilmiah dan konsisten.




        






















1 komentar:

  1. Teman - teman kesulitan untuk Belajar Komputer karena kesibukan? kini kami memfasilitasi kursus komputer jarak jauh via online, silahkan kunjungi website kami di asianbrilliant.com, Master Komputer, Kursus Online, Kursus Jarak Jauh, Kursus Programming, Kursus Desain Grafis, Ilmu Komputer

    Ayah, Bunda..butuh guru untuk mengajar anak-anak dirumah ? kami memfasilitasi 1000 guru untuk anak-anak ayah dan bunda datang kerumah, silahkan kunjungi website kami di smartsukses.com, Bimbingan Belajar, Les Private, Les Privat, Les Private Mata Pelajaran, Guru Datang Ke Rumah, Guru Private

    BalasHapus